No worried in God

Sepanjang jalan menuju kantor aku tersadar ternyata ada begitu banyak kupu-kupu terbang di langit kota bandung yang cerah pagi ini. Mata ku tertuju pada setiap pepohonan di pinggir jalan ada warna-warna yang indah berterbangan di setiap bunga – bunga pohon. Aku menikmati kupu-kupu itu, seakan-akan mereka menemaniku sepanjang jalan hingga hati ini tak sepi.

Ku tarik nafas dalam-dalam sambil tersenyum dan berkata dalam batin ini “ Tuhan, terima kasih buat kekuatan di pagi hari ini , kupu-kupu itu mengingatkan ku bahwa masih ada begitu banyak hal-hal kecil kebaikan mu Tuhan yang mampu menguatkan ku bahwa Engkau selalu ada untuk ku “

Kadang kekawatiran ini menyesakkan dada namun sekali lagi Tuhan menyapa ku dengan kupu-kupu indah itu. Ada hal-hal kecil yang terlupakan dan tidak tersadarkan bahwa kasihNya begitu besar padaku sekalipun badai gelap itu menerjang hidupku, namun akhirnya kusadari bahwa badai gelap yang terlintas dalam kehidupan ku  juga adalah Maha Karya Tuhan yang tak terselami. Badai itu menggiring aku untuk menyadari kekuasaan Tuhan dan badai itu juga mendekat aku pada Nya.

Hidup harus tetap kulanjuti bersama Andro buah hatiku. Ada Tuhan yang Maha besar pada kami, kenapa aku harus gelisah dan takut ? seperti tertulis di Mazmur 146 : 9  “TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya “ lalu mengapa aku ragu akan kebesaranNya?

Setahun lebih sudah kepergian suami tercinta, baru hari ini aku mampu menuliskan kata kata lagi pada seuntaian kalimat dalam tulisan ini. Seperti kata Daud dalam mazmur 34 : 18 “ TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya “ Benar, Ia tidak meninggal aku dan anak ku, Ia menjaga hati ku dan anak kecil ku yang berumur 9 bulan kala itu ketika kepergian papa nya ke rumah Bapa. Ia manjaga jiwaku agar tidak remuk dalam balutan tangis dan kesedihan, Ia menghiburku dan Ia melawat aku dan Andro, sehingga aku mampu berdiri lagi menatap dunia ini. Thank you Jesus.

Kini, hari-hari ku hanya berserah pada Tuhan saja. Aku selalu mengucap syukur buat segala yang telah Ia berikan pada ku, buat kesehatan ku, buat pertumbuhan Andro yang semakin meyakinkan ku walaupun ia tak punya papa tapi Ia punya Bapa di surga yang selalu menjaga nya dan buat pekerjaan yang Tuhan berikan walau semua ini harus kujalani dengan melawan kegetiran tapi aku yakin Tuhan akan menyediakan pelangi yang indah buat masa depan ku dan Andro.

Akan ada selalu jalan yang Tuhan berikan jika kita memang benar-benar berserah pada Nya. (LV-20130318)

One thought on “No worried in God

  1. Pingback: No worried in God | basanado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s